Tampilkan postingan dengan label bisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisa. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 Maret 2014
Warna warna yang Bisa Bikin Otak Seger

Ingin menjaga kemampuan otak anda dan membuatnya tetap segar, cobalah gunakan tiga warna ini sebagai mediumnya. Dijamin otak kembali bekerja dengan segar. Apa saja warna yang bisa bikin otak anda menjadi seger? Inilah dia....
Warna merah
Warna ini baik untuk meningkatkan akurasi memori Anda. Jika anda butuh sedikit bantuan mengenai daya ingat, banyak penelitian menunjukkan Anda untuk memilih warna merah. Sebab merah juga membantu Anda berpikir detail tentang sesuatu. Untuk itu selalu sediakan alat tulis dengan warna ini, agar Anda bisa menandai laporan atau pekerjaan kantor dengan daya ingat tinggi.
Biru langit
Warna biru langit ini baik untuk kreativitas. Para ilmuwan dari University of British Columbia menemukan warna biru membantu otak Anda menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan imajinasi. Untuk itu coba sematkan warna biru cerah pada setiap kesempatan misalnya menggunakannya sebagai wallpaper di handphone maupun laptop Anda.
Hijau
Warna hijau baik untuk menghilangkan stres. Sebuah studi menemukan bahwa hanya dengan melihat gambar alam selama beberapa menit saja dapat membantu menghilangkan stres dan membersihkan pikiran Anda. Ini sangat berguna bila Anda menemukan kejemuan di kantor. Coba sempatkan diri sejenak untuk duduk dan menikmati taman kantor.
Semoga otak anda tetap Fress!
sumber
Kamis, 20 Februari 2014
Sensor Sidik Jari iPhone 5S Bisa Mengenali Cakar Kucing Anda

Mungkin kita tidak menyangka bahwa sensor sidik jari pada iPhone 5S ternyata bukan hanya dapat digunakan pada manusia, tetapi juga pada kucing.
Hal ini ditemukan oleh Natasha Lomas dari Tech Crunch, yang mencoba cakar kucing miliknya sebagai ID sidik jari iPhone miliknya.
Dengan pada posisi yang benar, maka sensor sidik jari dari hewan peliharaan tersebut dapat digunakan untuk mengakses perangkat mobile.
Lomas juga mengatakan bahwa sidik jari iPhone 5S juga dapat dilakukan dengan tumit telapak tangan dan bagian dalam lengan bawah di sekitar pergelangan tangan.



Mungkin Anda dapat menggunakan kucing Anda untuk mengakses iPhone 5S Anda?
Jumat, 31 Januari 2014
AWAS! Kecanduan Softdrink Bisa Picu Perilaku Agresif
Sungguh mengejutkan, ternyata tindakan kekerasan pada remaja bukan cuma dipicu oleh minuman beralkohol, tapi juga minuman mengandung soda. Paling tidak begitulah menurut studi terbaru yang menyebutkan remaja yang hobi menenggak softdrink cenderung berperilaku agresif.
Pelajar sekolah menengah atas di kota Boston yang mengonsumsi lebih dari 5 kaleng minuman soda non-diet dalam seminggu, beresiko 9-15 persen untuk berperilaku agresif dibandingkan dengan sebayanya yang minum lebih sedikit.
"Kami menemukan adanya kaitan yang kuat antara berapa banyak softdrink yang dikonsumsi remaja dan perilaku kekerasan yang mereka lakukan. Bukan cuma kekerasan antar teman sebayanya tapi juga dalam hubungan percintaan dan dengan saudara," kata David Hemenway, profesor dari Harvard School of Public Health.
Meski demikian, Hemenway mengatakan ia belum bisa menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat karena masih diperlukan penelitian lebih mendalam lagi.
Dalam penelitiannya, ia melakukan survei kepada 1.878 pelajar sekolah berusia 14-18 tahun di Boston, di mana menurut Hemenway angka kasus kriminalnya lebih tinggi dibanding dengan area sub urban yang lebih kaya.
Mayoritas responden tersebut adalah remaja Hispanik, Afrika-Amerika atau campuran, dan beberapa remaja berdarah Asia atau Kaukasia.
Salah satu daftar pertanyaan yang diajukan dalam survei itu adalah berapa banyak minuman bersoda non-diet yang dikonsumsi, dengan ukuran 355 ml (satu kaleng), yang diminum para responden dalam seminggu terakhir. Mereka juga ditanyakan apakah minum alkohol, merokok, membawa senjata, atau pun melakukan tindak kekerasan pada teman, anggota keluarga, atau kekasih.
Yang mengemuka dari tinjauan survei ini, menurut Hemenway, adalah bukti "respon dosis". Dengan kata lain, makin banyak soda yang dikonsumsi, makin tinggi kecenderungan mereka melakukan kekerasan.
Pada remaja yang minum soda satu kaleng atau tidak sama sekali dalam seminggu, ditemukan 23 persen yang membawa pistol atau pisau, 15 persen yang melakukan kekerasan pada pacar, dan 35 persen yang melakukan kekerasan pada temannya.
Sementara itu pada "pecandu soda" yang minum 14 kaleng setiap minggu, ditemukan 43 persen membawa senjata, 27 persen melakukan kekerasan pada pasangan, dan 58 persen melakukan kekerasan pada sebayanya.
Secara umum, remaja yang sering menenggak soda, memiliki kecenderungan untuk berlaku agresif dibandingkan dengan yang minum hanya sedikit. Kecenderungan itu ditemukan bahkan setelah memperhitungkan faktor etnik dan latar belakang keluarga lainnya.
"Kami belum mengetahui penyebab kaitan tersebut. Mungkin ada beberapa faktor sebab akibat tetapi juga mungkin ini adalah penanda dari masalah lain, misalnya anak yang suka berlaku agresif cenderung merokok, minum alkohol, atau minum soda. Kami belum yakin karena itu harus dilakukan studi lanjutan secara mendalam," kata Hemenway.
Minum Soft Drink Sebabkan Remaja Agresif
Soft drink atau minuman bersoda memang diketahui tak baik bagi kesehatan. Selain tidak memiliki nilai gizi (vitamin dan mineral) yang cukup, soft drink juga memiliki tingkat keasaman yang cukup kuat yang justru merusak gigi dan tulang.
Sebuah penelitian terbaru di Australia menunjukkan bahwa remaja yang mengonsumsi soft drink non-diet lima kaleng setiap minggu, secara signifikan akan memiliki kelakuan agresif.
"Kemungkinan ada penyebab dan efek langsung, mungkin karena kandungan gula atau kafein dalam minuman soft drink, atau mungkin ada faktor lain yang hilang dalam analisis kita, yang menyebabkan meningkatnya konsumsi soft drink dan kelakuan agresif," ujar salah satu peneliti.
Penelitian ini dilakukan terhadap 1.878 murid SMA berusia 14 hingga 18 tahun dari 22 sekolah di Boston, Massachusetts.
Dalam penelitian, para remaja ditanya seberapa banyak minuman berkarbonasi yang mereka minum selama tujuh hari. Para peneliti kemudian melihat hubungan perilaku kekerasan dalam kelompok responden tersebut, dengan menanyakan apakah mereka melakukan kekerasan terhadap rekan-rekan mereka, saudara, atau pasangan.
Hasilnya, partisipan yang meminum 5 kaleng soft drink atau lebih setiap minggu secara signifikan lebih mungkin melakukan hal-hal, seperti mabuk dan merokok, bahkan membawa senjata dan menunjukkan kekerasan kepada keluarga, teman atau pasangannya, setidaknya sekali di bulan sebelumnya.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa dengan adanya peningkatan pengonsumsian minuman bersoda, maka perilaku kekerasan juga akan semakin meningkat. Remaja yang minum satu atau dua kaleng bahkan tidak meminumnya sama sekali dalam sepekan, maka sebanyak 23 persen dari mereka akan membawa senjata api atau pisau. Sedangkan remaja yang lebih mengonsumsi soft drink hingga 5 kaleng, sebanyak 43 persennya membawa senjata api atau pisau.
"Dampak dari mengonsumsi soft drink dalam masalah kekerasan sama besarnya dengan dampak merokok atau minum alkohol. Namun pengaruh mengosumsi soft drink terkait membawa senjata, masih belum sekuat pengaruh alkohol atau tembakau," ujar salah satu peneliti.
Langganan:
Postingan (Atom)