Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2014

Kes Rogol Dalam Semak Pun Jadi!



KEMAMAN – Kegembiraan keluar bersiar-siar bersama teman lelaki bertukar menjadi detik hitam buat seorang pelajar tingkatan satu apabila dirogol teman lelakinya itu di dalam semak tepi jalan Kampung Chabang, Kerteh, di sini, Ahad lalu.

Dalam kejadian kira-kira pukul 2 petang itu, mangsa yang berusia 13 tahun keluar bersama teman lelaki berusia 18 tahun yang baru dua bulan dikenalinya, dengan menaiki motosikal.

Bagaimanapun apabila tiba di lokasi kejadian, suspek yang bekerja sebagai buruh di Lapangan Terbang Kerteh secara tiba-tiba memberhentikan motosikal ditunggangi itu sebelum membawa mangsa ke dalam semak lalu memperkosanya.

Ketua Polis Daerah Kemaman, Superintendan Che Suza Che Hitam berkata, keluarga mangsa mengetahui kejadian yang berlaku pada anak mereka selepas mangsa pulang ke rumah.

“Keluarga mangsa kemudiannya membawa mangsa membuat laporan di Balai Polis Kerteh seterusnya melakukan pemeriksaan di Hospital Kemaman.

“Pemeriksaan doktor ke atas mangsa mendapati terdapat kesan koyak lama pada kemaluan mangsa. Justeru, kita akan lakukan siasatan lanjut,” katanya.

Polis kini sedang mengesan suspek bagi membantu siasatan di bawah Seksyen 376 Kanun Keseksaan kerana merogol.

Sementara itu, Che Suza turut menasihati ibu bapa agar mengawasi pergerakan dan pergaulan anak masing-masing bagi mengelakkan kejadian seperti itu berlaku.

Malah, remaja perempuan juga diingatkan tidak terlalu cepat mempercayai orang yang baru dikenali demi keselamatan diri. – Sinar Harian
Read More..

Rabu, 19 Februari 2014

Mengapa kita berjalan berputar dalam lingkaran jika tersesat


Inilah sebuah cara yang pasti untuk memenangkan suatu taruhan. Katakanlah kepada seorang teman anda, bahwa Anda yakin ia tidak akan dapat berjalan di tepi trotoar dengan mata tertutup tanpa jatuh ke tepi. Pasti ia akan kalah bertaruh, karena ia akan segera berjalan berputar dalam lingkaran.

Orang-orang yang pernah tersesat dalam suatu kabut atau suatu badai salju sering berjalan selama berjam-jam dan mengira bahwa mereka menuju ke satu jurusan yang lurus. Selang beberapa lama, mereka kembali lagi pada tempatnya yang semula.

Inilah sebabnya kita tak dapat berjalan dalam suatu garis lurus tanpa melihat. Hal ini dikarenakan tubuh kita itu berbentuk tidak simetris. Artinya, tidak adanya suatu keseimbangan yang sempurna antara sisi kanan dan sisi kiri tubuh kita. Jantung kita misalnya terletak pada sisi kiri tubuh kita, hati kita di sisi kanan. Kerangka manusia pun tidak simetris. Tulang punggung kita tidak lurus secara sempurna. Paha dan kaki kita berbeda di setiap sisi. Kesemuanya ini mengandung arti bahwa susunan otot-otot di badan kita pun tidak simetris atau tidak dalam keseimbangan yang sempurna.

Dengan adanya perbedaan antara otot-otot kita yang ada di sebelah kanan dan sebelah kiri, terpengaruhi pulalah cara kita berjalan, lenggang kita. Jika mata kita tertutup, penguasaan lenggang kita tergantung dari otot-otot serta susunan tubuh kita, dan satu sisi memaksa kita untuk membelok ke suatu arah tertentu. Akhirnya kita berjalan berputar-putar dalam suatu lingkaran.

Sesungguhnya hal ini tidak hanya berlaku untuk otot-otot kita saja, akan tetapi berlaku pula untuk otot-otot lengan. Percobaan-percobaan pernah dilakukan dengan orang-orang yang ditutup matanya dan diharuskan mengendarai mobil dalam suatu lintasan yang lurus. Dalam waktu kurang lebih 20 detik, setiap orang dalam percobaan itu mulai menyimpang dari jalan itu.


sumber
Read More..

Jumat, 27 Desember 2013

30 Kesempurnaan Dalam Puasa Ramadhan


  1. Makanlah sahur, sehingga membantu kekuatan fisikmu selama berpuasa; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah. ” HR.’Al-Bukhari dan Muslim)
  2. “Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang ” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya)
  3. Akan lebih utama jika makan sahur itu diakhirkan waktunya, sehingga mengurangi rasa lapar dan haus. Hanya saja harus hati-hati, untuk itu hendaknya Anda telah berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar, agar Anda tidak ragu-ragu.
  4. Segeralah berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
  5. “Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur . ” (HR. Al-Bukhari, Iluslim dan At-Tirmidz)
  6. Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan suci.
  7. Manfaatkan bulan Ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan didalamnya, yakni membaca Al-Qur’anul Karim. Sesungguhnya Jibril ‘alaihis salam pada setiap malam di bulan Ramadhan selalu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membacakan Al-Qur’an baginya. (HR. AL-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu).Dan pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada teladan yang baik bagi kita.
  8. Jagalah lisanmu dari berdusta, menggunjing, mengadu domba, mengolok-olok serta perkataan mengada-ada. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
  9. “Barangsiapa tidak meninggalkan pevkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum.” (HR. Al-Bukhari)
  10. Hendaknya puasa tidak membuatmu keluar dari kebiasaan. Misalnya cepat marah dan emosi hanya karena sebab sepele, dengan dalih bahwa engkau sedang puasa. Sebaliknya, mestinya puasa membuat jiwamu tenang, tidak emosional. Dan jika Anda diuji dengan seorang yang jahil atau pengumpat, jangan Anda hadapi dia dengan perbuatan serupa. Nasihati dan tolaklah dengan cara yang lebih baik. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
  11. “Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang dari kama beupuasa, hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata ‘Sesungguhnya aku sedang puasa” (HR. Al- Bukhari, Muslim dan para penulis kitab Sunan)
  12. Harus lebih sabar, syukur, dan ihklas
  13. Ucapan itu dimaksudkanagar ia menahan diri dan tidak melayani orang yang mengumpatnya Di samping, juga mengingatkan agar ia menolak melakukan penghinaan dan caci-maki.
  14. Hendaknya Anda selesai dari puasa dengan membawa taqwa kepada Allah, takut dan bersyukur pada-Nya, serta senantiasa istiqamah dalam agama-Nya. Hasil yang baik itu hendaknya mengiringi Anda sepanjang tahun. Dan buah paling utama dari puasa adalah taqwa, sebab Allah berfirman : “Agar kamu bertaqwa. “(Al-Baqarah: 183)
  15. Jagalah dirimu dari berbagai syahwat (keinginan), bahkan meskipun halal bagimu. Hal itu agar tujuan puasa tercapai, dan mematahkan nafsu dari keinginan. Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu berkata : “Jika kamu berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa, tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kamu senantiasa bersikap tenang pada hari kama beupuasa jangan pula kamu jadikan hari berbukamu sama dengan hari kamu berpuasa.”
  16. Hendaknya makananmu dari yang halal. Jika kamu menahan diri dari yang haram pada selain bulan Ramadhan maka pada bulan Ramadhan lebih utama. Dan tidak ada gunanya engkau berpuasa dari yang halal, tetapi kamu berbuka dengan yang haram.
  17. Perbanyaklah bersedekah dan berbuat kebajikan. Dan hendaknya kamu lebih baik dan lebih banyak berbuat kebajikan kepada keluargamu dibanding pada selain bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paring dermawan, dan beliau lebih dermawan ketika bulan Ramadhan.
  18. Ucapkanlah bismillah ketika kamu berbuka seraya berdo’a :”Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dan atas rezki-Mu aku berbuka. Ya Allah terimalah daripadaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui “(44) (Lihat Mulhaq (bonus) Majalah Al WaLul Islami bulan Ramadhan, 1390 H.hlm.38-40.)
  19. Memperbanyak melakukan berbagai macam ibadah. Jibril’alaihis salam senantiasa membacakan Al-Qur’anul Karim untuk beliau pada bulan Ramadhan; beliau juga memperbanyak sedekah, kebajikan, membaca Al-Qur’anul Karim, shalat, dzikir, i’tikaf dan bahkan beliau mengkhususkan beberapa macam ibadah pada bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan lain.
  20. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyegerakan berbuka dan menganjurkan demikian, beliau makan sahur dan mengakhirkannya, serta menganjurkan dan memberi semangat orang lain untuk melakukan hal yang sama. Beliau menghimbau agar berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya maka dengan air.
  21. Nabi’shallallahu ‘alaihi wasallam melarang orang yang berpuasa dari ucapan keji dan caci-maki. Sebaliknya beliau memerintahkan agar ia mengatakan kepada orang yang mencacinya, “Sesungguhnya aku sedang puasa.”
  22. Jika beliau melakukan perjalanan di bulan Ramadhan, terkadang beliau meneruskan puasanya dan terkadang pula berbuka. Dan membiarkan para sahabatnya memilih antara berbuka atau puasa ketika dalam perjalanan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendapatkan fajar dalam keadaan junub sehabis menggauli isterinya maka beliau segera mandi setelah terbit fajar dan tetap berpuasa.
  23. Termasuk petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah membebaskan dari qadha’ puasa bagi orang yang makan atau minum karena lupa, dan bahwasanya Allahlah yang memberinya makan dan minum.
  24. Dan dalam riwayat shahih disebutkan bahwa beliau bersiwak dalam keadaan puasa. Imam Ahmad meriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menuangkan air di atas kepalanya dalam keadaan puasa. Beliau juga melakukan istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) serta berkumur dalam keadaan puasa. Tetapi beliau melarang orang berpuasa melakukan istinsyaq secara berlebihan. (Lihat kitab Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad, I/320-338 )
  25. Puasa yang disyari’atkan adalah puasanya anggota badan dari dosa-dosa, dan puasanya perut dari makan dan mimum. Sebagaimana makan dan minum membatalkan dan merusak puasa, demikian pula halnya dengan dosa-dosa, ia memangkas pahala puasa dan merusak buahnya, sehingga memposisikannya pada kedudukan orang yang tidak berpuasa.
  26. Karena itu, orang yang benar-benar berpuasa adalah orang yang puasa segenap anggota badannya dari melakukan dosa-dosa; lisannya berpuasa dari dusta, kekejian dan mengada-ada; perutnya berpuasa dari makan dan minum; kemaluannya berpuasa dari bersenggama.
  27. Bila berbicara, ia tidak berbicara dengan sesuatu yang menodai puasanya, bila melakukan suatu pekerjaan ia tidak melakukan sesuatu yang merusak puasanya. Ucapan yang keluar darinya selalu bermanfaat dan baik, demikian pula dengan amal perbuatannya. Ia laksana wangi minyak kesturi, yang tercium oleh orang yang bergaul dengan pembawa minyak tersebut. Itulah metafor (perumpamaan) bergaul dengan orang yang berpuasa, ia akan mengambil manfaat dari bergaul dengannya, aman dari kepalsuan, dusta, kejahatan dan kezhaliman.
  28. Dalam hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan : “Dan sesungguhnya ban (mulut) orang puasa itu lebih harum di sisi AIlah daripada aroma minyak kesturi. “(HR. At-Tirmidzi dan ia berkata, hadits hasan shahih gharib).
  29. Inilah puasa yang disyari’atkan. Tidak sekedar nahan diri dari makan dan minum. Dalam sebuah menahan diri dari makan dan minum”. Dalam hadits shahih disebutkan : “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta kedunguan maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum .(HR. Al-Bukhari, Ahmad dan lainnya)
  30. Dalam hadits lain dikatakan : Betapa banyak orang puasa, bagian dari puasanya (hanya) lapar dan dahaga. ” (HR. Ahmad, hadits hasan shahih) (Dan ia menshahihkan hadits ini.)

sumber http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/08/09/30-kesempurnaan-dalam-puasa-ramdhan/
Read More..

Jumat, 20 Desember 2013

Benda benda dalam tradisi persalinan tradisional



Sebuah boneka tampak  berada di dalam kurungan ayam yang terbuatd ari bambu. Boneka itu merupakan  simbol pengganti  dari sosok anak bayi yang biasa dijumpai dalam tradisi  Tedhak Siti ( menginjak tanah ) dalam budaya Jawa.
Namun seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman, tradisi  Tedhak Siti itu saat ini sudah jarang dijumpai. Hanya orang-orang dan komunitas tertentu yang masih setia melestarikan tradisi budaya Jawa yang masih melaksanakan tradisi itu.
Begitulah gambaran dari Boneka dalam kurungan ayam yang menjadi salah satu benda koleksi  di Ruangan Sasana Budaya dan Kesehatan Reproduksi – Museum Kesehatan yang berada di jalan Indrapura – Surabaya.


Di  ruangan inilah terpajang koleksi benda-benda yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, termasuk diantaranya adalah tradisi dan budaya selama persalinan. Melalui koleksinya, kita diajak untuk menyimak benda-benda yang selama ini digunakan oleh warga di berbagai daerah di nusantara.
Ada koleksi yang cukup membuat nyali menjadi miris ketika melihatnya. Yaitu berupa sebuah kapak batu yang berukuran cukup besar dan digunakan untuk memotong tali pusar bayi yang baru lahir di daerah Papua. Ada juga  ‘ Sembilu ‘  yaitu beberapa bilah  bambu  yang pipih dan tajam yang juga menjadi alat pemotong pusar bayi di Pulau Jawa.  
Di etalase lainnya terpajang keranjang dari daun lontar atau gerabah dari tanah liat untuk menampung, menyimpan dan membuang  ari-ari  ( Plasenta ) ketika bayi lahir. Sementara  anyaman bambu  yang melingkar dengan hiasan cabe , bawang putih dan bawang merah yang menancap pada batang lidi digunakan untuk melindungi plasenta yang ditanam di tanah.

Benda itu dipercaya bisa melindungi plasenta itu dari gangguan binatang liar dan makhluk gaib yang hendak memakannya.
Yang menarik adalah adanya benda-benda semacam kendi yang terbuat dari tanah liat dan bentuknya cukup unik karena menyerupai bentuk payudara ibu yang menyusui.
  -------------------------------------------------------------------------------------------------
Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  
OLeh-oleh Khas Tuban 

Hantu Yang Aneh di Lamongan 
Relief 3 Dimensi di Kelenteng Tuban 
Api Yang Tak Bisa Padam Di Bojonegoro
Maharani, Si Cantik dari Lamongan 
Serunya Disemprot Air di Tempat Wisata


Ijazah Dokter Jawa Di Masa Lampau
Merak Albino Yang Eksotis dan Langka 
Sisi Lain Monumen Tugu Pahlawan Surabaya 
Ragam Kapal dan Perahu Tradisional di Lamongan 
Sosok Dokter Perintis Museum SANTET  

Relief Kucing Di Kelenteng Tjoe Ling Kiong - Tuban
Kota TEXAS Di Lamongan 
Museum Yang Menyimpan Benda-Benda Santet 
Harimau dan Singa Liar Di Lamongan
Benda-benda Bernuansa Mistis dan Magis di Museum

Kuda Unik Yang Bermahkota dan Bersayap
Jejak Sekolah Presiden Soekarno Di Surabaya
Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Di Lamongan
Kisah Ali Baba Di Istana Boneka
Lukisan Ala Komik Di Kelenteng Bojonegoro 

Purna Siswa dan Gelar Prestasi TK Integral Hidayatullah - Tuban
Play Group Hidayatullah - Tuban
Taman Kanak-Kanak Integral Hidayatullah - Tuban 

Gadis di Tuban  Penarik Truck Dengan Menggunakan Rambut dan Gigi
Kerangka Gajah Purba Di Lamongan

Kirab Piala Adipura Di Tuban
Parade Mobil Hias Di Tuban 
Pesawat Nomad TNI Angkatan Laut  Di Lamongan 
Kapal Selam Yang Terdampar Di Surabaya

Batu-batu  dan Relung Unik di Gua Akbar
Legenda Batu Gajah di Tanah Tuban 
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban 
Atraksi Kekuatan Ala Samson Di Tuban 

Nenek Penghuni Hutan Pinus Di Banyuwangi 

Indahnya Masjid Agung Tuban di Malam Hari 
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Reog Malam Bulan Purnama Di Tuban 
Indahnya Pantai Panyuran - Tuban 

Novi Wulandari - Lamongan,  Peringkat 2  - NUN 2012 

Mushola Unik Di Dalam Gua Akbar 
Pantai Sowan Yang Indah dan Alami
Rumah Serangga Di Lamongan
Meraup Kesegaran Alami Di Pemandian Bektiharjo
Iklan Pajak Keliru Ala Tuban 

Kelenteng Hong Tiek Hian - Surabaya
Harimau di kelenteng Kwan Sing Bio 
Wanita Mini 75 cm dari Tuban 
Nuansa Nostalgia Di Pantai Tasikharjo Tuban 

Bertemu Bajak Laut Di Lamongan
Indahnya Pasar Bunga Kayun Di Surabaya
Wisata Laut Tuban Yang Mengecewakan

Rumah Kucing Di Lamongan 
Pesona Kuda Jingkrak di Tuban
Rumah Sakit Hantu Di Lamongan 
Foto Gus Dur di Kelenteng Boen Bio 

Nuansa Horor Di Museum Kesehatan
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban 
Ikon Ala Nazi di Kelenteng Kwan Sing Bio

Camilan Ampo Yang Terbuat dari Tanah
Menguji Adrenalin di Watu Ondo
Rambu Ala Slankers Di Bojonegoro
Buah Kepel Sebagai Deodoran Alami

Nikmat dan Segarnya Es Dawet Siwalan
Indahnya Alun-alun Tuban di Malam Hari
Pesona Kesegaran Air Terjun Sri Getuk
Ribuan Ikan dan Kelelawar di Gua Ngerong
Gemerlap Istana Dalam Gua 
 
Museum Anak Kolong Tangga
Jangkar Bermata Empat Di Museum Kambang Putih
Pesona Keindahan Candi Prambanan

Pondok Pesantren Dalam Gua Yang Fenomenal
Minuman Legen Yang Nikmat dan Segar
Jejak Majapahit di Candi Jabung  
=================================================================
Bergeser ke etalase lainnya  tampak bantal dengan isi kapuk  ( kapas ) dari pohon Randu, patung Ibu Hamil, Keris Brojol dan Krambil ( Kelapa ) Brojol yang biasa digunakan oleh dukun beranak di Pulau Jawa saat membantu seorang ibu melahirkan anaknya . Adanya benda-benda itu  dipercaya bisa membantu memudahkan dan melancarkan proses persalinan. 
Selain itu juga terdapat pajangan benda-benda berupa  bagian-bagian dari tanaman obat tertentu yang dipercaya memiliki khasiat  untuk menjaga dan memulihkan kesehatan ibu dan anaknya baik sebelum dan sesudah masa kehamilan. Termasuk juga untuk melindungi  mereka dari gangguan-gangguan yang bernuansa mistis dan magis.
Walaupun tampak sederhana dan dengan jumlah koleksi yang masih sedikit, keberadaan benda-benda itu bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang berragamnya  tradisi dan budaya yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. 
 Di berbagai daerha di belahan nusantara yang terpencil, tradisi  dan budaya seperti itu mungkin masih tetap lestari dan bertahan hingga saat ini.









Read More..

Senin, 09 Desember 2013

Seperti Ini Rupa Burung Tertua Dalam Sejarah

Spesies menyerupai burung yang diketahui selama ini sebagai nenek moyang burung ternyata bukanlah unggas pertama. Sebelumnya, sudah ada spesies berbulu di jaman dinosaurus yang diyakini sebagai spesies purba dari burung yang ada hari ini.

Temuan dinosaurus berbulu ini sekaligus mengubah cara manusia melihat burung serta evolusinya. 
 
 
 
Fosil unggas sepanjang 30 cm menjadi bukti kuat bahwa sesungguhnya ada burung yang menjelajahi langit Bumi di jaman dinosaurus. Kehadirannya menentang asal-usul spesies unggas selama ini.

Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa burung berevolusi dari dinosaurus sejenis Theropods, dari awal zaman Cretaceous, sekitar 120-130 juta tahun yang lalu.

Namun, temuan baru di daerah Timur Laut China ternyata jauh lebih tua ketimbang Theropod yang hidup di pertengahan zaman Jurassic.

Ilmuwan memperkirakan, Eosinopteryx berada di Bumi lebih dari 145 juta tahun yang lalu.

"Penemuan ini menggugurkan keraguan lebih lanjut pada teori sebelumnya, bahwa fosil Archaeoptryx yang terkenal dan disebut-sebut sebagai burung pertama. Dan temuan ini sangat penting bagi evolusi burung modern," kata Dr Gareth Dyke, dosen senior untuk Vertebrate Palaeontology dari University of Southampton.

"Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa asal-usul burung atau unggas jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya," pungkas Dyke.

Menurut analisa pada fosil, burung purba Eosinopteryx memiliki tubuh berbulu dan tidak bisa terbang. Sebab, lebar sayapnya terlalu kecil, dan lagi pula struktur tulangnya membatasi kemampuannya untuk mengepakkan sayap.
 
 
 
 
 
 
 
Sumber:
viva
Read More..