Tampilkan postingan dengan label jual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jual. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2014

Nenek 93 Tahun Jual Alat Bunuh Diri


Seorang nenek berusia 93 tahun di California, Amerika Serikat (AS) menjalani bisnis penjualan alat untuk bunuh diri selama 20 tahun. Satu perangkat alat tersebut dihargai US$ 60 atau sekitar Rp 640 ribu.

Sharlotte Hydorn yang merupakan pensiunan guru ilmu sains ini, tentu mendapatkan ratusan ribu dollar AS atau setara dengan miliaran rupiah dari bisnisnya tersebut. Tapi akhirnya bisnis kontroversial yang dijalaninya itu harus berakhir, karena Kepolisian menuduhnya melakukan pengemplangan pajak dan dia harus diadili.

Seperti diberitakan oleh Reuters, Sabtu (3/12/2011), Hydorn dituduh mengemplang pajak sebesar puluhan ribu dollar AS sepanjang tahun 2007 hingga 2010. Sepanjang 4 tahun tersebut, Hydron tidak pernah membayar pajak penghasilan kepada pemerintah federal AS.

Satu perangkat alat bunuh diri yang dijual Hydorn dihargai US$ 60, sudah termasuk biaya pengiriman plus buku instruksi. Satu perangkat terdiri atas sebuah tudung kepala plastik yang tertutup di bagian leher dan terdapat selang yang bisa disambung dengan tabung gas helium atau gas berbahaya lainnya, sehingga si pengguna alat bisa mengalirkan sendiri gas tersebut. Alat-alat tersebut diberi label GLADD yang merupakan kependekan dari Glorious Life and Dignified Death.

Dalam persidangan, jaksa menyebutkan bahwa selama 4 tahun tersebut, Hydorn berhasil menjual 1.300 perangkat bunuh diri. Jika dihitung-hitung, maka penghasilan yang didapat Hydorn selama 4 tahun tersebut mencapai US$ 78 ribu atau setara dengan Rp 703 juta. Wow!

Selama itu, Hydorn mengemplang pajak sebesar US$ 15 ribu (Rp 135 juta) hingga US$ 30 ribu (Rp 270 juta). Hydorn telah mengaku bersalah karena dia tidak membayar pajak penghasilan selama 2007 hingga 2010 dan menyanggupi untuk membayar pajak tersebut.
Dia juga setuju untuk berhenti membuat dan menjual alat-alat tersebut. Tetapi dia mengatakan, bahwa peralatan yang dijualnya tersebut dimaksudkan membantu orang-orang yang sakit parah dan sekarat untuk mengakhiri hidup mereka dengan penuh martabat.

Atas tuduhan pengemplangan pajak ini, Hydorn terancam hukuman 1 tahun penjara dan denda US$ 100 ribu (Rp 901 juta). Kini Hydorn tak ditahan karena membayar jaminan US$ 10 ribu. Vonis terhadapnya akan dibacakan pada Februari mendatang.
sumber:http://busuk.org/ping/view/61065
Read More..

Kamis, 06 Februari 2014

Wanita jual dara 12 anak

myMetro 26 Okt 2013
Bogota: Seorang wanita Colombia ditahan kerana menjual dara 12 anak perempuannya, masing-masing dengan harga £125 (RM632).
Margarita de Jesus Zapata Moreno, 45, ditahan di Bogota awal minggu ini selepas seorang daripada anak perempuanya itu yang kini berusia 16 tahun hamil, kata polis.

Remaja itu berang selepas ibunya mengarahkan dia menggugurkan kandungannya.
Seorang lelaki dikenali sebagai Tito Cornelio Daza, 51, yang dilaporkan bapa kepada bayi dalam kandungan remaja terbabit turut ditahan.
FotoMARGARITA (dua dari kanan) dan Daza (dua dari kiri) diiringi anggota polis untuk dibawa ke penjara.
Rangkaian televisyen Univision melaporkan Margarita yang mempunyai 14 anak semuanya akan menjual dara mereka sebaik masing-masing mencecah usia 12 tahun.
Dia kemudian memaksa anak-anaknya melacur diri bagi membayar bil kemudahan awam di kediamana mereka.

“Ia sungguh menyedihkan apabila seorang ibu sanggup melakukan demikian,” kata ketua polis Carlos Melendez yang menyiasat kejadian itu kepada wartawan.

“Si ibu mempunyai hubungan dengan pegawai tinggi, tetapi dia memperdaya lelaki lain agar berasmara dengan anaknya apabila mereka berusia 12 tahun,” katanya.

Margarita yang menafikan dakwaan terhadapnya berdepan hukuman penjara 10 tahun jika disabitkan bersalah.

Dia kini ditahan di penjara El Buen Pastro, manakala Daza ditahan di penjara Modelo.

Kedua-duanya dituduh mendera kanak-kanak bawah 14 tahun, selain turut memaksa mereka melacur.

Dua lagi anaknya iaitu kanak-kanak lelaki berusia 11 tahun dan budak perempuan berusia sembilan tahun, bagaimanapun tidak menjadi pekerja seks dan kini di bawah jagaan petugas khidmat sosial.

Anak perempuannya yang membuat laporan terhadap ibunya kini menerima bantuan psikologi dari Institut Kebajikan Keluarga Colombia. - Agensi

Read More..